Sonic The Hedgehog: Penantian Selama 30 Tahun Hingga Akhirnya Muncul Di Layar Lebar

Radio UNTAR (24/02/2020) – Sonic the Hedgehog telah hadir sejak 30 tahun terakhir dengan berbagai variasi cerita serta karakter. Sobat Muda juga pasti tidak asing dengan ciri khas Sonic yaitu dapat berlari cepat, berwarna biru, serta ramah dan suka membantu. Film Sonic yang rilis mulai tanggal 26 Februari 2020 ini hadir dengan sentuhan yang lebih modern dan disesuaikan dengan budaya pop saat ini. Tentu saja hal ini dapat terwujud karena Paramount Pictures (sang distributor) menunjuk Jeff Fowler (Gopher Broke-2004) sebagai sutradara serta Neal H. Moritz, Toby Ascher, Toru Nakahara, dan Takeshi Ito yang menemani sebagai tim produser.

Sonic (disuarakan oleh Ben Schwartz) dalam film ini adalah memiliki latar belakang yang mirip dengan Superman: seorang yatim piatu dengan kekuatan luar biasa lalu ia tidak mengetahui cara mengendalikannya. Ini merupakan awal yang baik dari film sehingga dapat menarik perhatian penonton. Film dilanjutkan dengan adegan Sonic dikejar oleh sekelompok orang jahat dari planet asalnya karena alasan yang tidak diketahui. Cerita masa lalu tersebut memudahkan penonton mengikuti perjalanan Sonic mulai dari dunia yang ada di video game lalu ke  bumi. Saat ini Sonic telah bersembunyi selama bertahun-tahun dan mengamati semua orang di kota kecil Green Hills dari jauh. Ia berharap dia bisa berinteraksi dengan manusia dan mengakhiri rasa kesepiannya.

Di tengah rasa frustrasi karena kesendiriannya, Sonic secara tidak sengaja menggunakan kekuatan supernya sehingga menyebabkan terjadinya pemadaman listrik sehingga memperingatkan pemerintah AS mulai melacak keberadaannya. Cerita ini agak mirip dengan film ET tentang sekelompok orang yang memburu alien, yang kemudian alien tersebut bersahabat dengan manusia. Sonic bertemu dengan sheriff lokal bernama Tom (James Marsden) atau Donut Lord yang sudah diamati dari jauh lalu membantunya menghindari orang-orang yang mengincarnya, terutama pemimpin mereka yang memiliki gaya eksentrik, Dr. Robotnik (Jim Carrey).

Sonic the Hedgehog menampilkan sisi komedi serta pertemanan antara Tom dan Sonic, dan dinamika itu ditampilkan dengan sangat baik. Schwartz adalah pilihan yang terbaik sebagai pengisi suara Sonic versi live-action, yang lebih sesuai dengan gaya budaya pop Amerika, tetapi memberi kesan ceria. Sonic versi Schwartz lebih mirip dengan Michaelangelo dari Teenage Mutant Ninja Turtles daripada kombinasi suara mulut Bugs Bunny dan kaki Road Runner yang hadir pertama kali di tahun 90-an. Ini adalah pengembangan karakter yang dilakukan oleh Schwartz setelah serial Parks and Recreation. Di serial itu, ia berperan sebagai Jean Ralphio yang penuh kasih sayang tetapi tidak tahu apa-apa. Melalui kerja keras Schwartz, penonton dapat melihat Sonic yang ceria dan dapat diandalkan.

Di samping itu, Marsden, menghindari posisi mendominasi dalam duo komedi, dengan berteman dengan landak kartun dan berpikir bahwa Sonic hanyalah orang biasa yang menyamar. Marsden membawa keceriaan kepada tim, dan menunjukkan bahwa Sonic tidak membosankan seperti yang dipikirkan, dan keduanya dengan cepat membangun chemistry yang menyenangkan untuk ditonton, mulai dari mereka hanya nongkrong atau aktif melawan berbagai ancaman robot konyol dan Robotnik. Schwartz dan Marsden tampil dengan sangat baik, dan penonton pun menikmatinya.

 

Anehnya, Sonic the Hedgehog memiliki sifat sangat rendah hati dibandingkan dengan penjahat dalam film itu. Carrey tampil dengan gaya 90-an sebagai Robotnik, menghadirkan berbagai kecerobohan yang mengingatkan peran ikonik sebelum-sebelumnya, seperti Ace Ventura, Riddler, atau Grinch. Robotnik memiliki sifat yang sangat unik sehingga Anda bertanya-tanya mengapa ada manusia lain yang mau berteman dengannya, dan kehadirannya cukup menguras perhatian sehingga muncul pertanyaan, “apakah orang-orang akan kehilangan minat menonton Sonic jika ia tidak dikejar-kejar oleh Robotnik yang sangat aneh?” Secara keseluruhan humor yang berkembang antara Sonic Tom, Robotnik akan membuat penonton betah duduk di kursi bioskop.

Robotnik memang memiliki beberapa momen yang sangat lucu, tetapi sebagian besar adalah momen ketika ia menindas / bercanda dengan asistennya. Seperti ketika dia berteriak di hadapan asistennya, Agen Stone (Lee Majdoub), tetapi sebenarnya memberinya pujian yang keras dan tidak perlu. Namun, sebagian besar, Carrey menunjukkan adegan komedi yang dapat anak-anak yang lebih muda, maupun penonton yang lebih tua.

Film ini didominasi oleh Sonic, Tom, dan Robotnik, tetapi beberapa karakter lain hadir untuk menghadirkan komedi juga. Meskipun dia tidak memiliki dampak besar pada cerita, ada beberapa momen menarik antara Tom dan istrinya yang berprofesi sebagai dokter hewan Maddie (Tika Sumpter) berada di ujung tanduk hubungan mereka. Adik perempuan Maddie (Natasha Rothwell) berusaha meyakinkan Maddie untuk menceraikan Tom, dan dia mendapatkan dialog yang lebih baik dalam waktu singkat. Sangat menyedihkan bahwa kedua karakter ini tidak mendapatkan peran yang lebih banyak, tetapi kehadiran mereka semakin menambah dinamika Sonic dan Tom.

Sonic the Hedgehog cukup seimbang membagi porsi humor, kehadiran para pemain, serta sejumlah aksi yang sangat menyenangkan, meskipun target penonton adalah untuk orang muda yang memainkan game Sonic sejak dahulu. Beberapa adegan yang menarik terlihat ketika Sonic bergerak dengan kecepatan normal melalui adegan di mana segalanya terhenti (slow-motion), seperti halnya momen Quicksilver dalam beberapa film X-Men terbaru, dan mereka menghadirkan sejumlah lelucon yang berjalan dengan baik dibantu dengan efek khusus. Nah buat Sobat Muda yang nge-fans sama Sonic dan memainkan permainan SEGA Sonic, wajib mengajak teman-teman atau saudara buat nonton Sonic the Hedgehog di bioskop kesayangan kamu! (DN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *