Jeritan Malam: Ketika Keindahan Menjadi Sebuah Ketakutan “Film Yang Sangat Mencekam!”

 

Radio UNTAR – Rabu (11/12/2019).    Setelah sukses dengan film “Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur”, Soraya Intercne Films kembali menggarap film horror terbarunya dengan judul “Jeritan Malam: Ketika Keindahan Menjadi Sebuah Ketakutan” yang diadaptasi dari kisah nyata yang dimuat dalam Kaskus karya Meta.Morfosis . Film ini baru akan dirilis di seluruh Bioskop di Indonesia pada tanggal 12 Desember 2019 mendatang. Film yang disutradarai dan diproduseri oleh Rocky Soraya dan Sunil Soraya ini dibintangi oleh beberapa artis ternama Indonesia seperti Herjunot Ali, Winky Wiryawan, Indra Brasco dan Cinta Laura yang sudah berpengalaman di perfilman Hollywood.

Bercerita tentang seorang pemuda bernama Reza (Herjunot Ali) yang akhirnya mendapatkan pekerjaan setelah sekian lama menganggur. Reza ditempatkan untuk bekerja di daerah Jawa Timur dan terpaksa harus meninggalkan orang tua dan kekasihnya yang bernama Wulan (Cinta Laura). Disana Reza mendapatkan fasilitas akomodasi berupa Mess yang dihuni oleh dua orang pegawai lain yaitu Indra (Winky Wiryawan) dan Minto (Indra Brasco) serta seorang pesuruh bernama Pak Dikin (Fuad Idris). Sejak pertama kali Reza menginjakan kaki di Mess tersebut, nuansa horror sudah menyelimuti setiap sudut ruangan. Hari demi hari mereka semua diteror oleh berbagai makhluk halus yang merupakan penghuni lama Mess tersebut. Hal tersebutlah yang membuat Reza melakukan ritual yang ternyata membahayakan orang-orang terdekatnya. Perlahan-lahan penonton akan digiring untuk menyaksikan kehorroran yang tiada henti.

 

 

Salah satu dari sekian banyak kelebihan Film Jeritan Malam adalah adegan pembuka. Mungkin adegan pembuka ini terlihat biasa, tetapi dari adegan pembuka ini penonton akan diberikan kejutan pada akhir film. Selama kurang lebih 15 menit pertama, penonton diberikan penjelasan mengenai sosok Reza dengan sangat detail, membuat penonton mengerti dengan betul sifat Reza yang sebenarnya. Penonton tidak akan dibuat bosan dengan alur cerita yang tertata dengan rapih. Semakin kita mengikuti adegan demi adegan dalam film ini, semakin instens pula rasa kengerian yang kita rasakan. Iringan musik horror yang begitu kentalnya menambah kedahsyatan terror yang diberikan. Dengan selingan humor yang lucu dan tidak receh membuat film ini membuat Film ini menjadi lebih berkesan.

Penulis merasakan guncangan yang hebat selama menonton karena Jeritan Malam bukanlah film horror yang hanya mengandalkan jumpscare, tetapi juga memainkan emosi sehingga membuat penulis merasa seakan-akan masuk dalam film. Emosi yang penulis rasakan (dan mungkin kamu juga dapat rasakan ketika menonton Jeritan Malam) adalah berasal dari permasalahan tokoh Reza, Indra dan Minto yang merupakan inti dari film ini. Belum lagi pemilihan lokasi yang sangat menyeramkan yang belum pernah digunakan sebagai lokasi shooting.

Selain itu acting Winky Wiryawan sangat patut diacungi dua jempol, dapat dikatakan bahwa film ini adalah salah satu film terbaik Winky. Bagi fans Cinta Laura, kamu akan merasa bangga dengan Cinta Luara yang kualitas acting-nya tidak perlu diragukan lagi. Dalam Konferensi Pers yang diadakan di Plaza Senayan XXI pada tanggal 7 Desember 2019 yang lalu, Cinta mengatakan bahwa karakter Wulan merupakan karakter yang sangat berbeda dengan karakter-karakter yang pernah ia mainkan sebelumnya. “…………kalau dibandingin film aku yang dulu-dulu, karakter Wulan ini gak ada satupun kesamaannya, kesamaan diri aku yang asli. Jadi untuk research bener-bener ngedalemin karakter Wulan itu paling susah buat aku………… Kalau dari physical appearance diubah jadi gadis manis” kata Cinta.

 

 

Secara garis besar Film Jeritan Malam adalah film horror yang apik dan sayang jika dilewatkan. Kamu pasti akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dari film yang ditulis oleh Ferry Lesmana dan Donny Dhirgantoro ini. Banyak nilai-nilai moral yang dapat kamu ambil, salah satunya adalah menghargai kearifan lokal dan budaya masing-masing daerah.  Usaha para pemain dan kru Film Jeritan Malam setelah melewati proses shooting selama kurang lebih 54 hari dan dana yang dihabiskan mencapai 20 Miliar Rupiah terbayar dengan hasil yang memuaskan. Film ini menjadi pilihan yang baik untuk ditonton bersama dengan teman-teman di penghujung tahun 2019. Satu pesan penulis bagi kamu yang berencana menonton film ini, “Siapkan Mental!” (MSTE)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *