Love Nature

27 August 2025

Bersama LSPR Menuju Masa Depan AI yang Etis dan Inklusif: Komitmen LSPR dalam Transformasi Digital

RADIO UNTAR – 25 Agustus 2025.
Sobat Muda, Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar wacana masa depan, melainkan telah menjadi bagian nyata dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari ponsel yang kita gunakan, sistem kerja yang efisien, hingga cara memperoleh informasi, AI hadir sebagai teknologi yang mendorong lahirnya beragam inovasi. Tantangan utama kini bukan lagi pada kecanggihan AI, melainkan pada kebijaksanaan manusia dalam memanfaatkannya.

Untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi, LSPR Institute of Communication and Business hadir sebagai pelopor dalam mengintegrasikan AI ke dunia pendidikan. Melalui LSPR Centre for Artificial Intelligence and Communication Technology (LSPR CAICT), LSPR menempatkan AI bukan hanya sebagai alat, melainkan mitra strategis dalam meningkatkan kapasitas manusia. Kampus ini berkomitmen membekali generasi muda agar mampu memanfaatkan AI secara kreatif, etis, dan bertanggung jawab.

Komitmen ini terealisasi melalui penyelenggaraan LSPR AI Festival 2025 pada 25–26 Agustus 2025 di LSPR Transpark Bekasi. Mengusung tema “Smart Collaboration for Responsible & Creative AI”, festival ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang menampilkan potensi AI sebagai kekuatan positif.

Selama dua hari, LSPR AI Festival 2025 menghadirkan berbagai pengalaman inspiratif, mulai dari diskusi bersama pakar dan regulator, lokakarya praktis seperti prompt engineering dan produksi konten kreatif berbasis AI, hingga kompetisi AI for Social Good bagi generasi muda. Festival ini juga menyajikan program edukasi interaktif untuk siswa SMA/SMK, pameran karya mahasiswa, pertunjukan seni kolaboratif manusia dan mesin, serta penganugerahan kompetisi video AI yang menampilkan ide-ide segar dari talenta muda.

Bagi Dr. (H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, Founder & Director LSPR, inovasi tanpa tanggung jawab hanyalah langkah kosong. “Di LSPR, AI sudah menjadi bagian dari kurikulum interdisipliner kami. Mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman teknis, tetapi juga didorong untuk menjadi kreator yang mampu menggunakannya demi membangun bisnis yang lebih cerdas, memperkuat komunitas, dan menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan. Inilah cara kami menyiapkan generasi yang bukan hanya mengikuti arus perubahan, melainkan ikut mengarahkannya,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari pemerintah. Aju Widya Sari, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komunikasi dan Digital, menekankan pentingnya literasi AI di perguruan tinggi. “Kecerdasan artifisial bukan hanya berdampak pada dunia akademik dan bisnis, tetapi juga memiliki potensi besar bagi perekonomian nasional. Diperkirakan, kontribusi AI terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa mencapai hingga USD 366 miliar. Potensi sebesar ini hanya akan tercapai bila kita memiliki SDM yang terampil sekaligus beretika,” jelasnya.

A998c6b7 Daba 455e 9ebc 062fc4d75716

Sementara itu, Dr. Dendy Muris, Head of LSPR CAICT, menegaskan bahwa komunikasi merupakan inti dari setiap transformasi teknologi. “AI bukan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk mendampingi dan memperkuat kapasitasnya. Melalui LSPR CAICT, kami memastikan pemanfaatan AI selalu berpijak pada prinsip etis, inklusif, dan berdampak sosial. Kami percaya, teknologi seharusnya menjadi sahabat manusia, bukan penggantinya,” ungkapnya.

LSPR AI Festival 2025 bukan hanya sebuah acara, melainkan momentum kolektif untuk mengubah cara pandang terhadap teknologi. Festival ini menegaskan bahwa AI tidak sekadar mendorong inovasi, tetapi juga menyalakan inspirasi, menumbuhkan kreativitas, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Pada saat yang sama, penyelenggaraan ini turut memperkuat posisi LSPR CAICT sebagai pusat riset dan pengembangan AI yang berfokus pada tata kelola, etika, serta pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.

Melalui ajang ini, LSPR mengajak mahasiswa, pendidik, pelaku industri, pembuat kebijakan, hingga masyarakat luas untuk memandang AI bukan semata mesin, melainkan mitra menuju masa depan yang lebih inklusif, adil, dan penuh kreativitas—sebuah masa depan di mana teknologi mendukung perubahan sekaligus menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

577175c5 A583 4859 Ac40 Bc5dc7d8a849

Della Mellianie Hery, Mahasiswa LSPR Fakultas Ilmu Komunikasi juga mengatakan, “Melalui berbagai diskusi dan showcase di Festival AI ini, saya semakin memahami bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus berperan sebagai pencipta yang bisa mengarahkan perkembangan AI ke jalur yang positif, etis, dan bermanfaat. Pengalaman ini meneguhkan keyakinan saya bahwa generasi muda harus berada di garda depan untuk memastikan AI dimanfaatkan demi inovasi sekaligus tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Bagi saya, LSPR AI Festival 2025 benar-benar membuka cara pandang baru tentang bagaimana kecerdasan buatan dapat menjadi mitra strategis bagi kreativitas manusia.” (KS)

|

Leave a Reply