Blog Post

News from us
07 January 2019

Misi Terakhir Hiccup dalam How To Train Your Dragon: The Hidden World

Radio Untar – Selasa (07/01/19). Sobat Muda siapa yang suka film animasi yang ada naga di dalamnya? Yup pasti tau dong film How To Train Your Dragon, nah pas banget nih karena rumah produksi DreamWorks Animation mempersembahkan sebuah kisah mengejutkan tentang proses menuju kedewasaan, menemukan keberanian untuk menghadapi hal yang tidak diketahui, dan belajar untuk merelakan sesuatu yang sudah dibangun sejak lama nih.

Kisah ini tertuang pada seri ketiga (dan terakhir) dari film animasi How To Train Your Dragon: The Hidden World. Setelah elo menunggu sekitar 4 tahun dari sejak rilis film keduanya, sutradara Dean Deblois hadir kembali bersama seluruh pemeran utama yang dipimpin oleh Jay Baruchel (This Is the End) sebagai Hiccup dan America Ferrera (TV’s Superstore) sebagai Astrid.

Film yang diproduseri oleh Brad Lewis (Ratatouille) dan Bonnie Arnold (How to Train Your Dragon, How to Train Your Dragon 2, Toy Story, Tarzan) juga didukung oleh pemenang dua kali Academy Award Cate Blanchett (Thor: Ragnarok) sebagai Valka, Gerard Butler (London Has Fallen) sebagai Stoick the Vast, Jonah Hill (The Wolf of Wall Street) sebagai Snotlout, Kristen Wiig (Bridesmaids) sebagai Ruffnut, Justin Rupple (Zombie Whisperer) sebagai Tuffnut, Christopher Mintz-plasse (Trolls) sebagai Fishlegs, Craig Ferguson (TV’s Hot in Cleveland) sebagai Gobber dan Kit Harington (HBO’s Game of Thrones) sebagai Eret.

Hadir juga karakter baru yang diperankan oleh pemenang Oscar F. Murray Abraham (Amadeus) yaitu Grimmel, pria yang mengancam akan menghancurkan segala hal-hal berharga yang dimiliki oleh orang-orang Berk dan naga-naga mereka.

Film yang diadaptasi dari buku berjudul sama karangan Cressida Cowell juga melibatkan tim animasi yang luar biasa yaitu kepala tata letak Gil Zimmerman, desainer produksi Pierre-olivier Vincent, pengawas efek visual Dave Walvoord, pemimpin skenario Tron Mai, pemimpin editor John Carr, pengawas tata letak akhir Jim Peterson, kepala animasi karakter Simon Otto, pengawas CFX Damon Crowe, pengawas pemodelan Matt Paulson, surfacing supervisor Paolo Deguzman, pengawas direktur teknis karakter Kevin Ochs, kepala pencahayaan Pablo Valle, pengawas direktur teknis Tj Jackson, pengawas digital teknologi Munira Tayabji, pengawas stereoskopis Willem Drees, komposer John Powell dan konsultan visual pemenang Academy Award Roger Deakins.

Mengambil latar waktu beberapa saat setelah seri terakhir selesai, cerita dimulai ketika Hiccup (Baruchel) telah mengambil alih gelar kepala suku dari almarhum ayahnya, Stoick (Gerard Butler, dalam kilas balik), berhasil mewujudkan mimpinya untuk melihat manusia dan naga yang hidup bersama secara harmonis.
Sepertinya keindahan tersebut tidak akan berlangsung begitu lama.


Bekerja bersama dengan orang yang disukainya, Astrid (Ferrera) yang pantang menyerah dan gagah berani, ibunya Valka (Cate Blanchett) yang belum lama ini ditemukan kembali serta Toothless yang merupakan naga alpha. Hiccup dan rekan-rekannya sibuk membebaskan naga-naga yang dikurung dan membawa mereka kembali ke Pulau Berk yang semakin sempit. Tetapi kemungkinan relokasi merupakan hal yang sangat penting karena kedatangan Grimmel yang jahat (F. Murray Abraham), dan sangat ingin menghancurkan surga utopis mereka.


Ketika seluruh penduduk desa melakukan mundur dengan tergesa-gesa untuk mencari dunia tersembunyi yang sebelumnya dianggap hanya ada dalam mitos, Toothless mendapati dirinya semakin terganggu karena kehadiran hewan betina yang menggoda, seekor naga putih yang dikenal sebagai Light Fury. Kedekatan hubungan antara toothless dan Light Fury akhirnya memaksa Hiccup, yang sedang diliputi keraguan diri, untuk melihat kembali realita hubungannya dengan Toothless.

Sutradara trilogi How to Train Your Dragon Dean DeBlois memiliki keinginan yang besar untuk membawa penerbangan luar biasa ini dan kisah yang sungguh menakjubkan ke layar lebar. Dia fokus pada dunia yang ada dalam imajinasinya untuk menjadi latar belakang kisah penuh emosi yang berbicara mengenai kondisi paling manusiawi – menemukan kekuatan untuk mengikuti keyakinan Anda, memercayai cinta ketika datang … dan berjuang ketika tiba saatnya untuk melepaskan.

Imajinasi DeBlois mengenai Hiccup, Astrid, dan Toothless — yang tinggal di salah satu desa Viking paling terkenal di dunia sinematik — perjalanan mereka di layar lebar telah mencerminkan momen-momen penting dalam hidup mereka sendiri dan orang-orang terdekat mereka. Suasana petualangan yang sangat kental dari penulis / sutradara, imajinasi yang mencengangkan dan kemampuan unik untuk mengeksplorasi kegembiraan yang mendalam secara simultan serta kehilangan yang menyedihkan telah memberi avatar-nya (imajinasi sutradara) sebuah kehidupan di luar layar. Mereka menjadi bagian yang mengagumkan dari dunia kita sendiri, dan secara teratur hal ini akan menarik penggemar baru yang menyukai kedalaman emosional dan psikologis film ini.

Brad Lewis selaku produser yang dikenal melalui sejumlah film seperti Ratatouille, mengungkapkan ketertarikannya ketika bergabung pada proyek kreatif yang luar biasa ini. “Rasanya sangat menegangkan ketika Anda diajak untuk membuat suatu kisah petualangan yang menyentuh hati dan heroik sehingga penonton dapat merasakan keseluruhan emosi”, ungkap Lewis. “Kami sangat beruntung ketika dua film sebelumnya menuai sukses.. dan saya sangat senang ketika menjadi bagian dari babak baru yang tak terduga dalam seri film ini. Film ini bukan hanya menyambut hadirnya naga baru, tetapi juga bertujuan untuk mengobati rasa rindu dari para fans serial ini”.


Film ini sangat cocok disaksikan oleh semua kalangan terutama bagi orang tua yang menonton bersama anak-anaknya. Dari sini, anak-anak dapat belajar bagaimana cara mengambil sebuah keputusan dengan matang serta bagaimana tetap yakin pada kemampuan diri yang hadir melalui dukungan orang-orang sekitar. Sobat muda perlu banget nonton How To Train Your Dragon dan How To Train Your 2 supaya semakin mendapatkan makna filmnya melalui perjalanan panjang yang dilalui oleh Hiccup, Toothless, serta teman-temannya.

Buat sobat muda yang udah enggak sabar, film ini akan rilis di seluruh bioskop mulai tanggal 9 Januari 2019! (DN)

|

Leave a Reply

W-P-L-O-C-K-E-R-.-C-O-M