Blog Post

News from us
07 October 2019

Gemini Man: Aksi Will Smith Senior Melawan Will Smith Junior Yang Sangat Menegangkan

Radio UNTAR – Senin (07/10/19). Sebagian orang berkata bahwa musuh terberat yang paling sulit dikalahkan adalah diri sendiri. Pernyataan itu bisa jadi benar bagi Will Smith di film terbarunya. Gemini Man adalah film bergenre action-thriller inovatif yang dibintangi Will Smith sebagai Henry Brogan, seorang pembunuh bayaran yang kemudian menjadi sasaran dan diburu oleh seorang agen muda misterius yang tampaknya dapat memprediksi setiap gerakannya. Film ini disutradarai oleh peraih Ang Lee dan diproduksi oleh produser terkenal Jerry Bruckheimer, David Ellison, Dana Goldberg dan Don Granger. Film ini juga menampilkan Mary Elizabeth Winstead, Clive Owen dan Benedict Wong.

Henry Brogan (Will Smith) adalah pembunuh bayaran yang sangat ahli bagi Defense Intelligence Agency (DIA), versi lain dari CIA. Setelah membunuh 72 orang jahat dengan kemampuan presisi yang luar biasa, Brogan akhirnya mulai mendengarkan hati nuraninya. Merasa bosan dengan urusan pembunuhan, Brogan mulai berencana untuk pensiun dan mengisi aktivitas musim gugurnya dengan memancing di lepas pantai Georgia. Tetapi orang dalam di DIA memiliki pendapat lain. Pemimpin dari musuh Brogan adalah mantan teman baiknya, Clay Varris (Clive Owen), saat ini menjadi pengusaha bioteknologi industri militer yang bergerak untuk menciptakan tentara sempurna, semuanya direkayasa secara genetika untuk membunuh tanpa penyesalan. Tentara favoritnya adalah Junior (Diperankan oleh Will Smith dalam versi digital yang lebih muda), versi kloning dari Brogan berusia 25 tahun yang dibesarkan oleh Varris sebagai putra angkatnya.

 

 

Setelah mengetahui bahwa Brogan tahu terlalu banyak, Varris tidak rela melihat Brogan pensiun dengan damai sehingga ia mengirim Junior untuk membunuh Brogan dengan alasan bahwa hanya versi muda dari pembunuh bayaran hebat yang dapat mengalahkan pembunuh bayaran senior. Merasakan bahaya yang akan segera terjadi, Brogan berada dalam pelarian bersama perwira DIA yang memata-matai Brogran, Danny Zakarweski (Mary Elizabeth Winstead) dan rekan lamanya Baron (Benedict Wong) yang bijaksana. Tak pelak, Brogan akhirnya berhadapan langsung dengan versi mudanya yang sangat keras kepala di sudut-sudut indah kota Kolombia, lalu Hongaria, dan puncaknya terjadi adegan tembak-menembak yang spektakuler di rumah sendiri, Georgia.

 

 

Gemini Man menggunakan efek visual yang belum pernah dilihat sebelumnya yang dirancang secara dramatis untuk meningkatkan pengalaman menonton film yang berbeda dari sebelumnya. Ang Lee dan sutradara fotografi Dion Beebe merekam film dalam 120 frame per detik (berlawanan dengan standar 24 frame per detik), serta dalam 4K 3D, yang menciptakan kedekatan visual dan aural yang luar biasa bagi penonton. Efek visual yang luar biasa disupervisi oleh BILL WESTENHOFER, pemenang Academy Award untuk Life of Pi karya Ang Lee serta The Golden Compass, dan Guy Williams dari WETA Digital, nominasi Oscar untuk The Avengers, Iron Man 3 dan Guard of the Galaxy Vol. 2.

 

 

Efek khusus yang disajikan dalam Gemini Man adalah versi muda dari Smith sendiri. Menggunakan foto-foto lama dan peran di film awal untuk referensi, tim visual Lee melakukan pekerjaan yang sangat mengesankan untuk meremajakan aktor ini menjadi pangeran baru yang fotorealistik dengan setengah usia sebenarnya. Kejar-kejaran dengan sepeda motor merupakan adegan yang bagus dari segi pengambilan kameranya dan koordinasi ketangkasan, dan perkelahian tangan ke tangan – kadang-kadang terjadi di antara kedua Smiths – adalah perkelahian reaksioner yang bergerak dengan cepat, yang benar-benar terasa seperti sangat hidup.

 

 

Meski penampilan teman-teman lama (Clive Owen, Benedict Wong) dan yang baru (Mary Elizabeth Winstead) cukup meyakinkan, fokus film ini tetap pada Dua Smith, dan hasilnya sangat menghibur. Tentu, ada sedikit gangguan pada upaya pemetaan wajah digital dan CG yang nyata, tetapi sangat mudah untuk terabaikan karena aksi yang mendominasi dan diatur dengan sangat baik sepanjang film. Smith melakukan pekerjaan bagus terhadap kedua karakter tersebut, ia mampu menyalurkan kebijaksanaan dan kelelahan Henry sama baiknya dengan dia menunjukkan ego, ambisi, dan kebingungan Junior, dan ini membuat penonton melihat kembalinya Will Smith yang pernah merajai box-office. Dia membuat film terasa dramatis dengan hadir sekali lagi sebagai pahlawan aksi di layar lebar.

Hal menarik berikutnya adalah Gemini Man difilmkan di kota-kota yang memiliki makna historis dan arsitektur besar yang sangat otentik seperti: Savannah, Glennville dan komunitas lain di Georgia; Situs Warisan Dunia UNESCO di Cartagena de Indias, Kolombia; dan Budapest, Hongaria, salah satu ibu kota paling terkenal di Eropa. Nah buat sobat muda yang ingin melihat dua Will Smith beradu aksi serta pemandangan indah, saksikan Film Gemini Man yang rilis mulai tanggal 9 Oktober 2019 di bioskop kesayangan kamu! (DN)

|

Leave a Reply

W-P-L-O-C-K-E-R-.-C-O-M